RSS

Konsep Dasar Sistem

0 komentar

SISTEM INFORMASI

Konsep Dasar Sistem

Sistem : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :

• Memiliki komponen ;
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
• Batas sistem (boundary) ;
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
• Lingkungan luar sistem (environment) ;
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
• Penghubung sistem (interface) ;
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
• Masukan sistem (input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
• Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
• Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
• Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.


Klasifikasi Sistem :

• Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
• Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)
• Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
• Sistem sederhana dan Sistem kompleks


Tingkatan Sistem Informasi
Beberapa jenis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yang terjadi.
2. Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM adalah sebuah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang diberikan.
3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative keputusan.
4. Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan informasi dari proses bisnis berbasis internet.

Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ;
 Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape).
 Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program aplikasi).
 Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
 Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
 Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).

Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori :
• On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
• Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
• Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
• Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.

Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :

• Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.

Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :

1. Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.

Hal mendasar dalam pengembangan sistem

Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :
• Produktifitas, saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai 70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
• Realibilitas, waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total pengembangan sistem.
Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.
• Maintabilitas, perawatan mencakup ;
- modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian sistem),
- modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.


Konsep Dasar Informasi:

Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses – output.

Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.

Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner.

Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit, byte, word dll.

Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.

Umur informasi: kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).

Kualitas Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
• Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
• Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
• Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.


Definisi Sistem Informasi:

Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.

Atau ;

Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.

Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.

Dari definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :

1. Berbasis komputer dan Sistem Manusia/Mesin
- Berbasis komputer: perancang harus memahami pengetahuan komputer dan pemrosesan informasi
- Sistem manusia mesin: ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai alat untuk memroses informasi. Ada proses manual yang harus dilakukan manusia dan ada proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu prosedur/manual sistem.
2. Sistem basis data terintegrasi
- Adanya penggunaan basis data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah data base manajemen system.
3. Mendukung Operasi
- Informasi yang diolah dan di hasilkan digunakan untuk mendukung operasi organisasi.

Istilah Sistem Informasi
= Manajemen Information System
= Information Processing System
= Information Decision System
= Information System.

Semuanya mengacu pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.

Menurut Robert A. Leitch ; sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Komponen Fisik Sistem Informasi:

1. Perangkat keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data
2. Perangkat lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasi akuntansi dll).
3. Basis data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
4. Prosedur: langkah-langkah penggunaan sistem
5. Personil untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
- Clerical personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry = operator);
- First level manager: untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
- Staff specialist: digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
- Management: untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang.

Aplikasi = program + prosedur pengoperasian.

HUBUNGAN PENGELOLA DENGAN SISTEM INFORMASI

Pada bagian 1 sudah disebutkan bahwa salah satu komponen dari sistem informasi adalah personel sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.

Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk / jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.
Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis.
Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.

Untuk pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.
Strutktur dasarnya:
Direktur Sistem Informasi
Manajer Pengembangan Sistem
Analis Sistem
Programmer
Manejer Komputer dan Operasi.
Variasi struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.


PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM AKTIVITAS MANUSIA, ANTARA LAIN:

 Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket
 Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan
 Sistem biometric yang dapat mencegah orang yang tak berwenang mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata
 Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
 Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,misal untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api
 Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien
 Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dll.
 Sistem layanan akademis berbasis web
 Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange / EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yg terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
 E-government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet..































PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
(SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)

Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb :

1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.


ANALISIS SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Batasan Analisis Sistem:

Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab pertanyaan umum, sbb:
1. Sistem baru apakah yang akan dibangun? atau
2. Sistem apakah yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?
Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:
1. Informasi apakah yang dibutuhkan?
2. Oleh siapa?
3. Kapan?
4. Dimana?
5. Dalam bentuk apa?
6. Bagaimana cara memperolehnya?
7. Dari mana asalnya?
8. Bagaimana cara mengumpulkannya?

Proposal mengadakan analisis sistem ; Berisi:

1. Definisi yang jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis
2. Definisi batasan analisis yang akan dilakukan
3. Identifikasi fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis
4. Identifikasi sumber dimana fakta dapat diperoleh
5. Uraian tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis
6. Proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis
7. Jadwal tentatif analisis

Sumber-sumber fakta yang dapat dipelajari untuk analisis sistem:

1. Sistem yang ada
2. Sumber internal lain: orang, dokumen, dan hubungan antara orang-organisasi atau fungsi ada
3. Sumber External: interface dengan sistem lain, seminar, vendor, jurnal, textbook dan informasi atau ilmu lain yang berada diluar sistem

Kerangka Analisis:

1. Analisis terhadap level pembuat keputusan (manajemen organisasi): menganalisa organisasi, fungsi dan informasi yang dibutuhkan beserta informasi yang dihasilkan.
2. Analisis terhadap flow informasi: mengidentifikasi informasi apa yang diperlukan, siapa yang memerlukan, dari mana asalnya.
3. Analisis terhadap input dan output.

Dalam analisis ini digunakan teknik dan alat bantu, a.l: interview, questionaire, observation, sampling and document gathering, charting (organisasi, flow, dfd, ER, OO, dll), decision table and matric

Laporan hasil analisis:
Laporan hasil analisis harus berisi:
1. Uraian alasan dan scope (batasan) analisis
2. Deskripsi sistem yang ada dan operasinya.
3. Uraian tujuan (objektif) dan kendala sistem
4. Deskripsi tentang masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah
5. Uraian tentang asumsi-asumsi yang diambil oleh analis sistem selama proses analisis
6. Rekomendasi-rekomendasi sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal
7. Proyeksi kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem baru atau memodifikasinya. Proyeksi ini termasuk kelayakan untuk proses selanjutnya.


Katagori aspek kelayakan:
1. Kelayakan teknis: kelayakan perangkat keras dan perangkat lunak.
2. Kelayakan ekonomi: apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biasa operasional organisasi.
3. Kelayakan operasi: berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan organisasi
4. Kelayakan jadwal: dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan GANTT CHART. Apakah jadwal pengembangan layak atau tidak.

Hasil akhir analisis sistem (keputusan):
1. Hentikan pekerjaan, karena proposal tidak layak.
2. Tunggu beberapa saat, karena masih ada pertimbangan lain.
3. Modifikasi, manajemen memutuskan untuk memodifikasi prososal dengan subsistem lain.
4. Proses dengan syarat, ada persyaratan kelayakan.
5. Proses tanpa syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke desain awal.

Siklus pengembangan sistem menurut J.F.Kelly ;
1. Penelitian sistem
a. Definisi ruang lingkup.
b. Studi penelitian
2. Analisis dan desain sistem
a. Studi penelitian
b. Pengumpulan data dan analisis
c. Desain sistem
d. Rencana implementasi
3. Pengembangan sistem
a. Pengembangan
b. Pengetesan
c. Pengoperasian
d. Perawatan

Siklus pengembangan sistem menurut Martin L dan Thomas Harrel ;
1. Konsepsi sistem
2. Analisis pendahuluan
a. Pendefinisan masalah pendahuluan
b. Investigasi
c. Persiapan usulan sistem
3. Desain sistem
a. Analisis terinci
b. Mendesain keputusan
c. Mendesain sasaran
d. Rancang bangun sistem
4. Pemrograman
a. Memecahkan kembali rancang bangun
b. Mengembangkan bagan alir secara garis besar
c. Menulis instruksi program
d. Merakit program
e. Mempersiapkan data untuk tes
f. Melakukan pengetesan
g. Mengecek hasil
h. Mendiagnosa kesalahan
i. Membetulkan program
j. Memulai pengetesan sistem
5. Dokumentasi
6. Instalasi sistem
7. Operasi sistem


PERANCANGAN SISTEM

Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.

Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.

Langkah dasar dalam proses desain:

1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.

2. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.

3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.

4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).
Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:
a. Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)
b. Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
c. Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field informasi yang diperlukan.
d. Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan.
e. Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.
f. Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
g. Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
h. Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
i. Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
j. Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.

5. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal ini adalah:
a. Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.
b. Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.
c. Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan merawat sistem.
d. Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal di atas.

Prinsip Dasar Desain

Ada 2 prinsip dasar desain, a.l:

1. Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.

2. Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem informasi dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data collection, data processing, file update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.

Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:
1. Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
2. Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
3. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke sistem.
4. Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan informasi tersebut diperlukan.
5. Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal
6. Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.
7. Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
8. Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
9. Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang besar dilakukan.
10. Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
11. Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
12. Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
13. File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
14. Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.
15. Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
16. Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.

Untuk menganalisa sistem secara efektif, kita membutuhkan lebih dari sekedar perangkat permodelan; yaitu metode. Metode ini dari waktu ke waktu berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Siklus ini cenderung menglami perubahan yang berarti dengan ditemukannya bahasa generasi keempat dan terakhir generasi kelima dimana pendekatan dengan paradigma object-oriented dan kompatibilitas antar model.
Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam membangun sistem, yang pertama yaitu top-down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian terkecil misalnya sebuah kran pada kamar mandi. Metode kedua yaitu bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil. Pada awal 1980_an mulai dikenal teknik pendesainan terstruktur dengan menggunakan konsep pararel dan siklus, misalnya antara uji coba program dan pemrograman dapat dilakukan kerja pararel dan seandainya ada sesuatu yang salah ketika implementasi maka dilakukan survey, analisa dan desain ulang yang menggantikan metode pendesainan klasik yang cenderung serial.
Pada prinsipnya aktivitas pendesainan sistem secara terstruktur melingkupi :
 Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan, mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
 Analisa sistem ; menggabungkan laporan survey dan kebijakan pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan permodelan.
 Desain ; mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
 Implementasi ; merepresentasikan hasil desain ke dalam pemograman.
 Uji coba desain ; menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.
 Testing akhir ; menguji sistem secara keseluruhan.
 Deskripsi prosedur ; pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk pemakaian dan pengoperasian.
 Konversi database ; mengkonversi data, soalnya kata data sudah berarti jamak pada sistem sebelumnya.
 Instalasi ; aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup, serah terima manual, perangkat keras dan pelatihan pemakaian.

Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam membangun sistem, yaitu :
 Top-down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian terkecil misalnya sebuah kran pada kamar mandi.
 Bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil.

Pada prinsipnya aktivitas pendesainan sistem secara terstruktur melingkupi :
 Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan, mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
 Analisa sistem ; menggabungkan laporan survey dan kebijakan pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan permodelan.
 Desain ; mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
 Implementasi ; merepresentasikan hasil desain ke dalam pemograman.
 Uji coba desain ; menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.
 Testing akhir ; menguji sistem secara keseluruhan.
 Deskripsi prosedur ; pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk pemakaian dan pengoperasian.
 Konversi database ; mengkonversi data, soalnya kata data sudah berarti jamak pada sistem sebelumnya.
 Instalasi ; aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup, serah terima manual, perangkat keras dan pelatihan pemakaian.














TIM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
 Pemakai Akhir (end-user)
Orang yang memakai system informasi atau informasi yang dihasilkan system informasi. Dalam organisasi,pemakai internal dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Staf
2. Manajer tingkat rendah
3. Manajer tingkat menengah
4. Manajer tingkat atas, dan
5. Pekerja berpengetahuan

 Spesialis teknologi informasi
Orang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi dan pengembangan system informasi. Umumnya orang2 ini berada dibawah bagian atau departemen Pengolahan Data Elektronik (PDE).
Tugas Personil yang berperan dalam pengembangan dan operasi system informasi :
1. Operator, bertugas mengoperasikan komputer dan peralatan pendukung
2. Analis Sistem (System Analyst), bertugas sebagai antarmuka antara pemakai informasi dan system informasi.Bertanggung jawab menerjemahkan kebutuhan pemakai menjadi rancangan basis data dan aplikasi
3. Pemrogram Aplikasi (Application Programmer), bertugas membuat suatu aplikasi (program komputer) yang dibuat berdasarkan spesifikasi yang dibuat oleh analis sistem.
4. Analis Pemrogram(Analyst / Programmer), bertugas sebagai pemrogram dan sekaligus analis system.
5. Pemrogram system (System Programmer), mempunyai tugas khusus yaitu membuat program yang berhubungan dengan operasi internal komputer dan periferal.
6. Administrator Basis Data (Database Administrator / DBA), bertanggung jawab terhadap struktur data dalam basis data yg digunakan dalam organisasi.
7. Teknisi Komunikasi Data / Spesialis Komunikasi Data, bertanggung jawab terhadap masalah komunikasi data dan jaringan computer
8. Teknisi Perawatan Sistem, bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi perangkat keras.Disebut juga hardware engineer.
9. Webmaster, bertangung jawab terhadap halaman web yang dimiliki organisasi.
10. Auditor PDE (EDP Auditor), bertanggung jawab memastikan bahwa sistem informasi yang berbasis komputermemenuhi azas2 akuntansi dan pengauditan sehingga keamanan data dalam sistem terjamin.
Continue Reading... Label:


Pengertian pengertian dari system informasi manajemen

1 komentar

Pengertian pengertian dari system informasi manajemen


1. Mainframe
Jenis komputer besar. Sistem operasi dari komputer ini mampu menangani ratusan program aplikasi secara bersamaan. Komputer dengan sistem operasinya mampu menyimpan dan mengakses library rutin dengan kapasitas besar, kemudian juga mendukung puluhan bahasa pemrograman yang berbeda, dan bertindak mengawasi lalu lintas ketika beberapa program mencoba mengakses basis data secara bersamaan.
Karena ukuran dan kemampuan pemrosesan secara historis berkaitan, komputer besar selama ini disebut mainframe, sementara yang ukuran sedang disebut dengan minicomputer, dan komputer kecil disebut mikrokomputer. Superkomputer, sebuah kategori tambahan, mulai memiliki relevansi di luar komunitas penelitian dalam bisnis seperti telekomunikasi, yang memerlukan pemrosesan berkecepatan tinggi untuk menangani switching jaringan yang luas.
Komputer mainframe biasanya dipusatkan pada pusat data, telah lama menjadi sumber tenaga dari komputasi dunia bisnis.
Dengan berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu, kemampuan dari mainframe inipun sedang dikejar oleh PC.



2. OPEN AND CLOSED SYSTEMS



Penerapan prinsip-prinsip ini --- sistem terbuka dan tertutup --- baik digambarkan oleh, dan tersirat dalam, pernyataan itu: Anda tidak bisa gerak abadi! Semua orang telah sepenuhnya dicuci otak dengan validitas diklaim deklarasi ini. Hal ini tidak, pada kenyataannya, pernyataan logis atau berlaku jika dibuat dalam isolasi --- artinya, tanpa konteks.

Jika perangkat kerja sistem tertutup, seperti mekanisme jarum jam atau motor listrik baterai-driven, jelas energi yang terbatas akan berjalan ke bawah dan gerak tidak dapat terus-menerus. Juga perangkat yang memerlukan pasokan energi berkelanjutan (yang lebih besar dari energi output) adalah sebuah sistem tertutup. Namun, untuk seratus tahun terakhir atau lebih penemu atau intuitif sengaja telah menciptakan sistem tertutup terlihat jelas tetapi dengan anomali tak terduga memberikan penemuan beberapa karakteristik sistem terbuka.

Dalam sistem ini terbuka sebagian energi sedang ditarik dari luar angkasa atau apa yang disebut, dalam fisika ortodoks, energi titik nol. Ruang di mana-mana memiliki jumlah besar potensial elektrostatik dan berada dalam keadaan fluks yang dinamis terus-menerus. Meskipun mengakui fisika kuantum bahwa setiap titik dalam ruang besar pasokan energi, kita dapat menambahkan bahwa, berdasarkan konektivitas dalam-ruang atau hirarkis matriks yang mendasari semua ciptaan, dibahas dalam artikel lain, setiap titik dalam ruang secara teoritis dapat menghasilkan energi tanpa batas waktu. Sumber ini dalam segala sesuatu.

Jadi jika kita berkonsentrasi pada dunia luar, yang tidak ilmu pengetahuan, dan bahkan agama-agama Barat (Allah sebagai yang terpisah dan eksternal), kita akan selalu memiliki persediaan terbatas energi (dan pribadi / ketidakberdayaan rohani), dan perangkat energi bebas yang dapat menyediakan 'abadi' gerak akan ditemukan untuk tidak tampaknya mungkin.

Sebagai jenis 'dataran' sederhana analogi, bayangkan sebuah dunia 2D yang dapat kita gambar sebagai yang ada di permukaan selembar kertas. atom membayangkan atau apapun sebagai lingkaran kecil digambar di kertas. Seorang manusia 2D pada bidang kertas melihat lingkaran ini sebagai akhir, dan karena itu ditutup. Tidak ada pembukaan lingkaran 2D dari perspektif 2D. Namun, kita melihat bahwa dari sudut pandang kita yang lebih tinggi-dimensi, yang 3D, lingkaran atau atom yang terbuka. Energi bisa mengalir ke mereka dari 'atas' karena mereka adalah cincin buka dari perspektif 3D. Demikian pula semua titik dalam ruang, atau atom, dll terbuka untuk dimensi / yang lebih tinggi batin. Semua entitas alam: atom, sel, planet, bintang, kehidupan, dll sistem-berakhir terbuka.

sistem pendidikan kami brainwashes orang dengan cara berikut. Pertama gerak terus-menerus dibuat jelas berarti energi dari apa-apa, karena semua sistem yang diajarkan dalam ilmu membutuhkan energi input lebih dari diperoleh pada output --- anda tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk ternyata apa-apa. Oleh karena itu sistem seperti ini akan berhenti, kecuali diisi ulang. Selanjutnya, kebingungan yang dibuat antara sistem terbuka dan gerak abadi sehingga sistem terbuka yang dituduh abadi --- terlepas dari mengenali sistem terbuka dangkal dan jelas, seperti matahari, kincir angin dan kincir air sumber energi, dll Terbuka sistem, memanfaatkan vacuum' laut besar energi dari 'energi titik nol --- --- sekarang dapat ditekan, terutama karena fisika tidak benar dipahami atau setidaknya tidak diajarkan. Perhatikan bahwa fisikawan Lee, Yang dan Wu pada tahun 1957 memperoleh hadiah Nobel untuk mengungkapkan kondisi asimetris energi dipol (yang merupakan sistem terbuka dan akan mengakibatkan energi bebas), tapi ini tidak diajarkan untuk insinyur. Kombinasikan ini dengan penghapusan dari persamaan elektromagnetik Maxwell setelah kematiannya, istilah asimetris --- berpikir bahwa mereka tidak dibutuhkan!

Bisa ada sistem terbuka dan tertutup segala macam, bahkan tentang kesadaran. Dimensi ketiga adalah dalam penciptaan terus-menerus (yang bahkan didukung oleh fisika kuantum). Memang benar bahwa kita menggunakan bahan bakar (makanan) untuk tubuh, dll tapi sumber batin terus everthing dalam manifestasi setiap saat. Selama periode panjang, yang bisa menjadi cukup negatif --- kejam, serakah, egois, dan rohani --- habis sehingga kesadaran mereka praktis menjadi sistem tertutup. Pendidikan juga dapat menegakkan sistem kepercayaan yang menutup pengamatan yang biasanya akan mengungkapkan lebih banyak. Kita mungkin melihat hubungan antara pengetahuan / teknologi dan kesadaran. Selalu ada simbiosis intrinsik antara mereka.

negara Tinggi kesadaran, tingkat jiwa, dll yang tingkat fraktal, tidak akan beresonansi dengan perilaku negatif seseorang, dan out-of-fase kondisi berkembang. Ego seseorang membentuk dinding di sekitar mereka dan energi kecil bisa masuk sistem. Kami adalah termasuk pikiran dan energi astral tingkat, yang biasanya melampaui kehidupan materi, yaitu kondisi tertutup bisa eksis di luar fisik dan masuk ke astral. Makhluk-makhluk ini kini terlibat dalam sistem membusuk. Selama setara dengan waktu pakai banyak individu akhirnya akan hancur menjadi partikel dasar atau unit kesadaran dan didaur ulang ke dalam Infinite.

Masih ada kesadaran murni fundamental dalam unit-unit ini tetapi semua pola, program, kenangan yang membentuk kepribadian telah hilang. Untuk entitas gelap satu-satunya harapan, sebelum disintegrasi penuh merasuk, selain upaya rehabilitasi, adalah menjadi parasit pada bentuk kehidupan lain atau sistem terbuka. Ini adalah dasar dari kekuatan Cahaya melawan pasukan Dark.

Ilmu pengetahuan, pendidikan dan media mempromosikan sistem tertutup apapun. Orang mungkin menegaskan bahwa agama pasti mengasumsikan sistem terbuka --- dimensi atau alam luar dunia eksternal kita. Sebenarnya tidak, misalnya, agama Barat cenderung menyiratkan bahwa Tuhan adalah eksternal, dan itu (agama) tidak mengenali makna ruang dalam (yang 'dalam' yang diajarkan oleh Yesus Kristus), juga memiliki sebuah tepat pemahaman spiritualitas (yang mungkin didefinisikan sebagai fisika multidimensi ruang dalam). Sebagai titik akhir, agama akan menyerang dan mencela setiap kemajuan ilmiah dalam bidang ilmu kehidupan setelah kematian, dan sifat sejati 'Surga'. Perhatikan komentar Paus untuk fisikawan terkemuka Steven Hawkins memperingatkan dia untuk tidak pernah mengganggu pada subyek kehidupan setelah kematian sebagaimana yang daerahnya (Paus) / subjek. Kehidupan setelah kematian fisik telah berkali-kali bukti dan ilmuwan terkemuka bahkan tertentu telah membuktikan hal itu, seperti fisika Sir Willliam Crookes, didukung oleh Sir Oliver Lodge dan juga di kemudian hari diakui jenius Alex Reeves, yang memberikan kontribusi besar untuk menang Perang Dunia II dengan sistem radar, telah bukti akhirat.

teori-teori ilmiah sekarang kami didirikan, dengan disertai verifikasi matematika, adalah 'sistem tertutup'. Untuk mengevaluasi entitas seperti gaya, momentum, energi kinetik, inersia sebagai dasar, atau yang mengandung sifat penyebabnya, secara otomatis (dan sangat cerdik) pengetahuan membatasi untuk linear fenomena eksternal-dunia 3D. Semua persyaratan di atas bergantung pada massa, namun massa diukur dari properti inersia yang timbul kontekstual dari modus tertentu interaksi atau interface dengan objek (lihat artikel lainnya). Selanjutnya, energi (E) hanya diukur sebagai kerja yang dilakukan. Hal ini secara konseptual tidak termasuk waktu (t) atau 4D, yang adalah tindakan kuantum: xt E sebagai satu kesatuan. Ini adalah sifat sejati dari kuantum --- memiliki ketebalan sepanjang waktu. Catatan waktu yang tidak fundamental tetapi pengaruh perubahan energi. Selain itu, keberadaan fractals lebih rendah (dan pengetahuan) terbuka untuk fractals lebih tinggi. Ilmiah metholodoly menutup dari sistem dan hukum dalam fraktal tingkat terendah, sehingga menimbulkan gagasan palsu bahwa hukum-hukum fisika dan konstanta yang berubah.

Tidak akan tampak tiga pendekatan mungkin untuk mengekstrak / memanfaatkan energi bebas:

1) Memodifikasi teknologi saat ini untuk menarik dari kelangsungan penyediaan energi yang terus-menerus memasok semua kutub dibebankan, dipol, terminal, dll Ini bukan kondisi statis (seperti yang diajarkan) tetapi dinamis. Sebuah air terjun dari kejauhan tampak statis. Bayangkan memperlakukannya sebagai kepala statis air --- diadakan di kolom --- dan blok dari melestarikan aliran air terjun, kemudian menekan dari tekanan di bagian bawah dan membiarkan kepala air (potensial) jatuh, dan memerlukan pemompaan lagi. Ketika apa yang seharusnya dilakukan adalah dengan menggunakan aliran yang merupakan sumber abadi. Jadi partikel virtual (untuk orang awam: energi nonfisik) dikonversi menjadi energi fisik (untuk melakukan pekerjaan, memberikan daya). Quantum tindakan A (E xt), pergi ke dA / dt, atau d (Et) / dt yang memberikan energi E untuk penggunaan praktis. Hal ini menghasilkan massa ditarik biaya individu (bukan didorong) sekitar untuk melakukan pekerjaan, tetapi bebas. Kami terus mengkonversi dari A ke E, jadi mari kita gunakan itu (lihat website Dr Bearden untuk informasi banyak lagi).

2) Mengubah 3D tertutup, sistem gaya, yang beroperasi terpisah dari --- keluar dari fase dengan --- energi titik nol, dan dengan resonansi energi ini, mencapai integrasi energi dalam [waktu (mengintegrasikan) E. dt, untuk memberikan 4D Sebuah tindakan (= E xt (energi kali waktu)).] ini menjadi kondisi resonansi dengan energi batin-spatio-temporal (perangkat tuning ke dalam ruang-waktu itu sendiri). Artinya, meskipun masing-masing atom (atau hanya gelombang elektromagnetik) adalah sebuah sistem terbuka (dan resonansi), hal ini di luar umum fase dengan tetangga (non-resonan). Jadi, dengan beresonansi kelompok besar kita memiliki potensi yang lebih besar untuk konversi energi untuk bekerja E. Dalam kondisi resonansi tidak ada massa (partikel, atau bahkan objek dalam perangkat lebih maju) untuk mempertimbangkan, atau inersia, energi kinetik, atau bahkan memaksa! Langkah terakhir adalah untuk mempertahankan kondisi ini dan sekaligus mengubah energi tindakan (A) kembali untuk penggunaan praktis dari perangkat bebas-energi tertentu. Ini melibatkan operasi matematika dA / dt atau diferensiasi terhadap waktu, di mana xt E atau satu tindakan kuantum seluruh mengurangi dan menjadi energi E lagi. Salah satu harus mampu beradaptasi laser (sistem resonansi) untuk energi bebas karena energi total lebih besar daripada jumlah energi dari gelombang individu. Sistem ini kemudian melibatkan partikel individu dipol yang dibuat resonan untuk regenerasi kuantum (E ke A) sumber energi virtual-negara besar untuk dikonversi kembali ke energi praktis manusia. Dengan demikian mode ini adalah E ke A, dan kembali ke E.

3) Idealnya dan dalam sistem yang lebih maju, seperti propulsi pesawat ruang angkasa, kita tidak mengubah kembali ke sistem tertutup energi E,, ini bisa sangat tidak efisien. Kondisi energi E xt, atau tindakan kuantum, yang merupakan kondisi holistik, adalah selaras dengan energi alam semesta atau alam, yang juga holistik --- seperti planet atau pusaran tata surya, dll Disini kita memiliki E ke A tapi tidak kembali ke E. batin-ruang osilasi Skalar dapat digunakan langsung. Ini adalah sistem 4D.

Kami tidak memiliki ilmu harmonik yang sistem terbuka adalah produk alami. Masyarakat kita sendiri terstruktur dari sistem gaya tertutup---- sistem yang melibatkan keseimbangan seimbang, bukan keseimbangan holistik di mana semua aspek energi lakukan saja apa yang mereka seharusnya lakukan. Energi E tidak dipaksa untuk bertindak dengan cara tertentu seperti dalam sistem seimbang kesetimbangan Newton, melainkan mengalir dengan cara itu --- mengatakan, dalam lengkungan ruang --- alami. Elektron dan partikel baik dapat didorong melalui ruang (misalnya, elektron didorong melalui kabel oleh kekuatan tegangan) seperti dalam sistem tertutup, atau mereka dapat dibawa oleh partikel dasar (partikel virtual) atau node dari ruang-waktu / vakum titik nol fluks, sedemikian rupa resonansi bahwa pasukan dihapuskan, disertai dengan tidak adanya inersia, massa, dan energi kinetik. Ilmu didasarkan pada sistem hanya --- Newtonian mantan. (Catatan bahwa fluks vakum bukan medan gaya, bukan paticles massa unitil yang hadir, tapi di sini dalam modus di atas bahkan kehilangan massa inersia mereka, dll)

Untuk mengakhiri artikel singkat ini, kami menyebutkan bahwa bahkan sistem pendidikan kita kekurangan ini menunjukkan, bahwa semua sistem pada dasarnya terbuka, tapi dengan fokus pada kemampuan otak kiri menghasilkan tertutup berpikir - pikiran yang tidak terbuka pada ide-ide baru karena akan dengan perkembangan otak kanan --- dan akibatnya menjadi tergantung pada konteks --- bergantung pada konteks yang ada dan berputar-putar di dalam sistem tertutup-pikiran. Dengan demikian masyarakat kita, secara umum, sedang diarahkan sistem tertutup: teknologi tertutup, pikiran tertutup, dan kerangka kerja 3D tertutup atau dunia luar (tidak ada pengakuan dari energi internal penciptaan dan dimensi yang lebih tinggi).


3. Virtual System (Sistem Virtual)

Mesin virtual pada mulanya didefinisikan oleh Gerard J. Popek dan Robert P. Goldberg pada tahun 1974 sebagai sebuah duplikat yang efisien dan terisolasi dari suatu mesin asli. Pada masa sekarang ini, mesin-mesin virtual dapat mensimulasikan perangkat keras walaupun tidak ada perangkat keras aslinya sama sekali. Contoh, program yang ditulis dalam bahasa Java akan dilayani oleh Java Virtual Machine (JVM) dengan cara memberikan perintah-perintah yang dimengerti JVM yang selanjutnya akan memberikan hasil yang diharapkan. Dengan memberikan layanan seperti ini kepada program tersebut, perangkat lunak JVM ini berlaku sebagai sebuah "mesin virtual", sehingga program tidak lagi perlu untuk mengakses langsung melalui sistem operasi ataupun perangkat keras yang sangat bervariasi dan memerlukan pemrograman masing-masing secara spesifik.Mesin virtual terdiri dari dua kategori besar, dipisahkan menurut cara penggunaan dan tingkat keterhubungannya dengan mesin-mesin aslinya. Sebuah mesin virtual sistem adalah perangkat yang berupa platform sistem yang lengkap dan dapat menjalankan sebuah sistem operasi
yang lengkap pula. Sebaliknya, mesin virtual proses didesain untuk menjalankan sebuah program komputer tertentu (tunggal), yang berarti mesin virtual ini mendukung proses tertentu juga Karakteristik mendasar dari sebuah mesin virtual adalah batasan-batasan bagi perangkat lunak yang berjalan di dalam mesin tersebut, sumber daya yang dibatasi, dan tidak dapat mengakses ke luar tembok batasan dunia maya itu.

STRUKTUR CARA KERJA VIRTUAL MACHINE dasar logika dari konsep mesin virtual atau virtual machine adalah dengan menggunakan pendekatan lapisan-lapisan (layers) dari sistem komputer. Sistem komputer dibangun atas lapisan-lapisan. Urutan lapisannya mulai dari lapisan terendah sampai lapisan teratas adalah sebagai berikut:• Perangkat keras• Kernel• Sistem programKernel, yang berada pada lapisan kedua, menggunakan instruksi perangkat keras untuk menciptakan seperangkat system call yang dapat digunakan oleh komponen-komponen pada level sistem program. Sistem program kemudian dapat menggunakan system call dan perangkat keras seolah-olah pada levelyang sama. Meski sistem program berada di level tertinggi, namun program aplikasi bisa melihat segala sesuatu di bawahnya (pada tingkatan) seakan-akan mereka adalah bagian dari mesin. Pendekatan dengan lapisan-lapisan inilah yang kemudian menjadi kesimpulan logis pada konsep mesin virtual atau virtual machine (VM).



4. Online System (Sistem Online)

Online System atau Sistem Online adalah Suatu sistem yang terdiri dari berbagai perangkat yang saling terhubung satu dengan lainnya. Contohnya adalah Internet.
Saat ini, semakin banyak perusahaan dan individu yang memanfaatkan internet sebagai sarana belajar online, karena menimbang berbagai manfaat yang ditawarkan oleh pembelajaran berbasis web-internet ini. Diantarnya adalah sebagai berikut :
a.Fleksibilitas
Sistem belajar online memudahkan siapa saja untuk belajar tanpa terikat waktu dan tempat, asal terhubung internet, tanpa perlu melakukan perjalanan ke sekolah tertentu. Sumber belajar sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh siswa melalui internet, sehingga dapat berinteraksi kapan saja dan dari mana saja. Tugas belajar dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan, tanpa harus menyesuaikan waktu bertemu dengan instruktur.
b.Jangkauan yang lebih luas
Dengan belajar online, maka siapapun bisa mengikuti kegiatan pembelajaran ini. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan. Tidak heran jika kemudian AsianBrain.com, pusat pembelajaran Internet Marketing di Indonesia, memiliki ribuan murid yang tersebar di seluruh pelosok negeri bahkan luar negeri, di usianya yang masih bisa dibilang muda. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar.
c.Bersifat Independen

Ketika belajar online, kendali kesuksesan ada di tangan Anda. Anda bisa memilih sendiri kapan akan belajar, apa yang dipelajari. Anda bisa menanyakan masalah yang tidak Anda paham melalui instruktur atau nara sumber, dengan mengirimkan email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu, atau dengan melihat hasil diskusi pada forum yang disediakan. Anda bisa belajar secara acak, menurut minat Anda.
d. Menghemat Biaya

Dengan belajar online, maka banyak biaya yang bisa dihemat. Anda tidak membutuhkan biaya transportasi, penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP), dan sebagainya. Tentu saja Anda bisa tetap melakukan aktivitas rutin Anda, seperti bekerja.

f. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran

Dalam perjalanannya, sistem belajar online lebih mudah untuk diperbarui. Pihak penyelenggara bisa merevisi materinya kapan saja, sehingga informasi yang disajikan selalu up to date. Begitupun dengan berbagai fasilitas yang disediakan akan terus berkembang, untuk membantu mempermudah pengembangan bahan belajar. Dengan cara ini, maka siswa akan dimudahkan untuk memahami materi pengajaran yang diberikan. Cara ini juga memungkinkan siswa untuk sumbang saran dalam hal perbaikan metode maupun kurikulum yang diajarkan. Harus ada komitmen dari instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajar peserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.

5. Real Time System (Sistem Waktu Nyata)

Pada awalnya, istilah real time digunakan dalam simulasi. Istilah real time memang lebih cenderung dipakai untuk mensimulasikan atau menggambarkan tentang waktu yang dibutuhkan suatu proses yang dijalankan di dunia maya dan dalam komputer yang disamakan dengan waktu nyata yang terpakai.
Sebuah sistem dikatakan real-time jika total kebenaran dari suatu operasi tidak hanya bergantung pada kebenaran yang logis, tetapi juga pada waktu di mana operasi itu dilakukan. Konsepsi klasik adalah bahwa dalam sebuah hard real-time atau langsung sistem real-time, penyelesaian operasi setelah tenggat waktu dianggap tidak berguna - pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan kegagalan kritis sistem lengkap. Soft sistem real-time di sisi lain akan mentoleransi keterlambatan tersebut, dan dapat merespons dengan penurunan kualitas layanan (misalnya, dengan menghilangkan frame sementara menampilkan video).
istilah real-time itu sendiri berasal dari penggunaannya pada awalsimulasi. Sementara penggunaan saat ini mengisyaratkan bahwa sebuah perhitungan yang 'cepat' adalah real-time, awalnya merujuk pada sebuah simulasi yang berjalan pada tingkat yang cocok bahwa proses yang sebenarnya itu simulasi. Analog komputer, khususnya, seringkali mampu mensimulasikan lebih cepat daripada waktu- nyata, situasi yang bisa saja berbahaya seperti simulasi lambat jika tidak juga diakui dan diperhitungkan.
Menurut definisi Kamus computer, real time system atau sistem waktu nyata adalah setiap sistem yang waktu terjadinya output sangat signifikan jarak antara waktu input terhadap waktu terjadinya output harus sangat kecil terhadap waktu yang diperbolehkan.
Menurut Cooling pada buku Software Design for Real Time Systems (1991): Sistem Waktu Nyata adalah sistem yang harus memprodukis respon yang tepat dalam suatu batasan waktu yang tentu. Komputer yang responnya melebihi batasan waktu ini akan memberikan performansi yang terdegradasi atau malfunction. Sebuah sistem waktu nyata membaca input dari plant dan mengirim sinyal kontrol ke plant pada waktu-waktu yang ditentukan oleh pertimbangan operasional dari plant bukan oleh sistem computer.
Menurut Bennet: real time sistem berarti sebuah program yang ketepatan operasinya tergantung pada hasil logika komputasi dan waktu suatu hasil diproduksi.

A. KONSEP DASAR REAL TIME SYSTEM
Pada awalnya, istilah real time digunakan dalam simulasi. Memang sekarang lazim dimengerti bahwa real time adalah "cepat", namun sebenarnya yang dimaksud adalah simulasi yang bisa menyamai dengan proses sebenarnya (di dunia nyata) yang sedang disimulasikan. Suatu sistem dikatakan real time jika dia tidak hanya mengutamakan ketepatan pelaksanaan instruksi/tugas, tapi juga interval waktu tugas tersebut dilakukan. Dengan kata lain, sistem real time adalah sistem yang menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka waktu tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah sistem dimana tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang cepat atau performa yang tinggi tetap diharapkan.

Ada dua model sistem real time, yaitu hard real time dan soft real time. Hard real time mewajibkan proses selesai dalam kurun waktu tertentu. Jika tidak, maka gagal. Misalnya adalah alat pacu jantung. Sistem harus bisa memacu detak jantung jika detak jantung sudah terdeteksi lemah. Sedangkan, Soft real time menerapkan adanya prioritas dalam pelaksanaan tugas dan toleransi waktu. Misalnya adalah transmisi video. Gambar bisa sampai dalam keadaan terpatah-patah, tetapi itu bisa ditolerir karena informasi yang disampaikan masih bisa dimengerti.
Hard Real Time System menjamin bahwa proses waktu nyata dapat diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditentukan. Contoh : sistem safety-critical. Beberapa sistem waktu nyata diidentifikasi sebagai sistem safety-critical, dalam scenario ini sistem waktu nyata harus merespon kejadian dalam batas waktu yang telah ditentukan maka akn terjadi bencana. Sistem manajemen penerbangan merupakan sebuah contoh sebuah sistem waktu nyata sebagai sistem safety-critical. Soft Real Time System menyediakan prioritas untuk mendahulukan proses yang menggunakan waktu nyata dari pada proses yang tidak menggunakan waktu nyata. Contoh : Linux. Karakteristik dari sistem waktu nyata :
• Single purpose.
Tidak seperti PC, yang memiliki banyak kegunaan, sebuah sistem waktu nyata biasanya hanya memiliki satu tujuan, seperti mentransfer sebuah lagu dari komputer ke mp3 player.
• Small size.
Kebanyakan sistem waktu nyata banyak yang ada memiliki physical space yang terbatas.
• Inexpensively mass- produced. Sistem operasi waktu nyata memenuhi persyaratan waktu
yang ditentukan dengan menggunakan algoritma penjadwalan yang memberikan prioritas kepada proses waktu nyata yang memiiki penjadwalan prioritas tertinggi. Selanjutnya, penjadwals harus menjamin bahwa prioritas dari proses waktu nyata tidak lebih dari batas waktu yang ditentukan. Kedua, teknik untuk persyaratan waktu penagmalatan adalah dengan meminimalkan response time dari sebuah events seperti interupsi.
Sistem operasi waktu nyata tidak membutuhkan fitur penting (misalnya standar desktop dan sistem server pada desktop PC) karena :

• Kebanyakan sistem waktu nyata hanya melayani satu tujuan saja, sehingga tidak membutuhkan banyak fitur seperti pada desktop
• PC. Lagipula, sistem waktu nyata tertentu juga tidak memasukkan notion pada pengguna karena sistem hanya mendukung sejumlah kecil proses saja, yang sering menunggu masukkan dari peralatan perangkat keras.
• Keterbatasan space, menyebabkan sistem waktu nyata tidak dapat mendukung fitur standar desktop dan sistem server yang membutuhkan memori yang lebih banyak dan prosesor yang cepat.
• Jika sistem waktu mendukung fitur yang biasa terdapat pada standar desktop dan sistem server, maka akan sangat meningkatkan biaya dari sistem

B. KLASIFIKASI REAL TIME SYSTEM
Suatu ciri sistem waktu nyata adalah komputer yang terhubung dengan lingkungan melalui peralatan interfacing yang banyak dan computer menerima dan mengirim bervariasi sinyal..
Contoh Sistem Waktu Nyata:
• Proses pengambilan uang pada ATM .
• Proses login atau pendaftaran online .
• Proses pengenalan sidik jari pada absensi .
• Proses perekaman suara .
• Sistem pendeteksian dan alarm .
• Sistem pengiriman data transmisi (TV, Telepon) .
• Proses isi ulang pulsa .
• Sistem Waktu Nyata diklasifikasikan menjadi:
• Clock-based Task (Cyclic, periodic) .
• Event-based Task (aperiodic) .
• Interactive Systems .
• Clock-based Task Sistem Waktu Nyata yang diukur berdasarkan konstanta waktu, yaitu waktu yang diambil dari respon suatu plant terhadap perubahan input atau beban.

Konstanta waktu bisa diukur dalam satuan jam untuk proses kimia atau detik untuk sistem penerbangan. Semakin kecil konstanta waktu maka sampling rate semakin kecil. Sinkronisasi diperoleh dengan menambahkan clock pada sistem computer yang dikenal dengan real-time clock. Sinyal clock ini digunakan untuk menginterrupt operasi komputer pada waktu-waktu yang telah ditetapkan (Clock- interrupt).
• Event-Based Task
Sistem yang beraksi karena respon terhadap suatu kejadian (event). Contoh menutup katup pada saat permukaan air sudah mengenai batas penuh. Digunakan interrupt untuk memberitahukan komputer aksi yang diperlukan atau bisa juga mempergunakan pooling (komputer menanyakan (polls) pada sensor apakah perlu dilakukan aksi).
• Interactive Systems
Sistem waktu nyata yang terjadi karena adanya suatu kejadian dan waktu rata-rata dari respon kejadian ini tidak boleh melebihi waktu yang ditetapkan. Jadi merupakan gabungan antara clock-based dan event-based hanya bedanya waktu respon setiap kejadian tidak selalu sama. Misal, pengambilan uang di ATM..
• Batasan Waktu (Time Constraints).

6. Decision Support system (Sistem Pendukung Keputusan)
Abstract
Sebuah aplikasi berupa Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) mulai dikembangkan pada tahun 1970. Decision Support Sistem (DSS) dengan didukung oleh sebuah sistem informasi berbasis komputer dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kinerjanya dalam pengambilan keputusan. Seorang manajer di suatu perusahaan dapat memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada di area semi struktur. DSS mendayagunakan resources individu-individu secara intelek dengan kemampuan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan.

Definisi
Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

Tujuan
Tujuan dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
• membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
• mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
• meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan seorang manajer dari pada efisiensinya.

Tahap-tahap
Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah :
• kegiatan intelijen,
• kegiatan merancang,
• kegiatan memilih dan menelaah.

Kegiatan intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil sebuah keputusan dengan tepat.
Kegiatan merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.

Jenis - Jenis DSS
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
• Mengambil elemen-elemen informasi.
• Menaganalisis seluruh file.
• Menyiapkan laporan dari berbagai file.
• Memperkirakan dari akibat keputusan.
• Mengusulkan keputusan.
• Membuat keputusan.

Model
Model DSS terdiri dari:
1. Model matematika.
2. Database.
3. Perangkat lunak.

Perangkat lunak DSS sering disebut juga dengan DSS generator. DSS generator ini berisi modul-modul untuk database, model dan dialog manajemen. Modul database ini menyediakan beberapa hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance untuk DSS database. DSS database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem database yang telah disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan kemampuan membuat, menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika. Model dasar ini menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan untuk menarik perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara pengguna dengan komputer dalam mencari solusi.
Penerapan DSS Dalam Suatu Instansi
Mengapa DSS digunakan dalam suatu perusahaan?
• Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
• Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
• Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
• Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar menguntungkan.


Faktor Pendukung DSS
Pengambilan keputusan dipengaruhi oleh :
• Faktor teknologi
• Faktor kompleksitas struktural
• Faktor pasar internasional
• Faktor stabilitas politik
• Faktor konsumerisme
• Faktor intervensi pemerintah
• Faktor informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut,
• Faktor gaya pengambilan keputusan dan
• Faktor kemampuan (intelegensi ,persepsi, dan falsafah) serta
• Pertimbangan pengambil keputusan. Pengambilan keputusan selalu berkaitan dengan ketidakpastian dari hasil keputusan yang diambil. Untuk mengurangi faktor ketidakpastian tersebut, keputusan membutuhkan informasi yang sahih mengenai kondisi yang telah, dan mungkin akan terjadi, kemudian mengolah informasi tersebut menjadi beberapa alternatif pemecahan masalah sebagai bahan pertimbangannya dalam memutuskan langkah yang akan dilaksanakannya, sehingga keputusan yang diambil diharapkan dapat menrberikan keuntungan yang maksimal.
• Menggunakan aplikasi Computer Base Information System (CBIS) untuk lingkungan kelompok, seperti: Electronic Meeting System (EMS) dan Group Decision Support System (GDSS). Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (group decision support system), atau GDSS adalah suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama.

Disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya. Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga membutuhkan pengendalian secara Real time.
Berdasarkan batasan waktu yang dimilikinya, Real time system ini dibagi atas:

1. Hard Real time
2. Soft Real time
3. Firm Real time
Komponen dari Real time system ini adalah:

1. Perangkat keras,
2. Sistem Operasi Real time,
3. Bahasa Pemrograman Real time,
4. Sistem Komunikasi.

Istilah dari decision support system telah digunakan dengan banyak cara (Alter 1980) dan menerima banyak definisi yang berbeda menurut pandangan dari sang penulis (Druzdzel dan Flynn 1999). Finlay (1994) dan lainnya mendefiniskan DSS kurang lebih sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Turban (1995) mendefinisikan secara lebih spesifik dengan, sesuatu yang interaktif,flexible dan dapat menyesuaikan diri(adaptable) dari sistem informasi berdasarkan komputer, khususnya pengembangan untuk mendukung pemecahan masalah dari non-struktur management, untuk meningkatkan pengambilan keputusan. Dengan menggunakan data, mendukung antar muka yang mudah digunakan dan memberikan wawasan untuk sang pengambil keputusan.

DSS merupakan salah satu produk perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan (Indrajit 2001, p.179). Sesuai namanya, tujuan digunakannya system ini adalah sebagai “second opinion” atau “information source” yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan sebelum seorang manajer memutuskan kebijakan tertentu. Pendekatan yang paling sering dilakukan dalam proses perancangan sebuah DSS adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik minat manajer untuk menggunakannya, diharapkan system ini dapat merepresentasikan keadaaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya.

Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.

Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalahan dan manajemen yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game's theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer.


7. Knowladge Beased System

KBS ( knowledge-based system atau expert system) merupakan alat bantu untuk memecahkan persoalan yang mengikuti cara kerja pakar (expert). Penggabungan antara KBS dan DSS yang disebut dengan KB-DSS memberi suatu alternative baru untuk memecahkan persoalan.

Pengetahuan (knowledge): kemampuan untuk kegiatan yang efektif.
Knowledge adalah suatu pengetahuan yang dapat digunakan untuk menyimpulkan, dan menyelesaikan suatu masalah berdasarkan data yang ada. Dalam mengorganisasikan knowledge kita harus mengerti apa yang akan kita hadapi, masalah apa yang akan timbul, bagaimana cara kita memperoleh data, bagaimana urutan-urutan yang harus ditempuh dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut, dan juga bagaimana kita menyampaikannya pada user.

Knowledge Based System adalah suatu system yang menggunakan set pengetahuan (knowledge) yang dikodekan ke bahasa mesin untuk dapat menyimpulkan dan melakukan suatu tugas. Knowledge Based System digunakan untuk dapat membantu manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan berdasarkan atas pengetahuan yang telah diprogramkan ke system tersebut. Untuk hal inilah maka digunakan knowledge based system dalam memecahkan masalah yang berhubungan AI (Artificial Intelligent).

Knowledge representation adalah knowledge yang telah dikodekan dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh mesin yaitu bahasa mesin. Kita perlu knowledge representation karena system kita hanya mengenal biner, oleh karena itu harus diterjemahkan dulu.

Knowledge acquisition yaitu bagaimana knowledge tersebut diperoleh, yaitu dari knowledge engineer yang berasal dari seorang expert (di bidang knowledge tersebut) atau dari buku referensi.

Definisi Expert System

Pada tahun 1956, mulai diperkenalkan istilah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI), yang kemudian ditegaskan lagi pada tahun 1961 oleh suatu tulisan Marvin Minsky dari MIT tentang "Steps towards AI". Semenjak itu istilah AI menjadi semakin populer, dan kemajuan bidang ini mencapai puncaknya dengan munculnya pengetahuan tentang Sistem Pakar.


Berbeda dengan program komputer biasa, sistem cerdas dapat digunaan untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur dan dimana tidak ada suatu prosedur tertentu untuk memecahkan masalah tersebut. Sedangkan definisi pengetahuan (knowledge) menurut Webster's New World Dictionary of the American Language: persepsi tentang sesuatu yang jelas dan tentu, semua yang telah dirasakan dan diterima oleh otak, serta merupakan informasi terorganisasi yang dapat diterapkan untuk penyelesaian masalah.

Penggunaan Knowledge-based expert system (sistem pakar berbasis pengetahuan) ini tidak menjamin solusi yang lebih akurat, tetapi paling tidak mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang didasari informasi relatif lebih banyak / terstruktur. Sesuai dengan namanya, suatu "Sistem Pakar" akan sangat tergantung pada pengetahuan (
) yang didapat dari pakar yang menyumbangkan keahlian dan pengalamannya.

Biasanya suatu "sistem cerdas" dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
(1). Basis pengetahuan (knowledge-base) : berisi pengetahuan yang spesifik mengenai domain tertentuyang mana basis pengetahuan ini dapat diperbaharui sesuai dengan tingkat kemampuan seorang expert terhadap pemecahan suatu masalah,
(2). Mesin inferensi (Inference Engine) : sustu program yang bertugas mengolah data masukan sesuai pengetahuan dalam basis pengetahuan, menurut kaidah-kaidah tertentu.
(3). Bagian kendali ( user interface) : bagian yang berkomunikasi langsung dengan pengguna (user) sistem. Ada 2 (dua) macam mesin inferensi, yaitu yang bersifat pasti (deterministik) dan kemungkinan (probabilistik).

Kelebihan dan Kekurangan Expert System

Sistem pakar sekarang banyak digunakan baik pada aplikasi bisnis maupun apikasi lainnya. Aplikasi sistem pakar di dalam pengelolaan sumberdaya alam masih relatif baru dan merupakan pendekatan alternatif yang dapat digunakan untuk penyelesaian masalah-masalah di dalam pengembangan teknologi pengelolaan sumberdaya alam.

Hal ini karena sistem pakar memberikan banyak kelebihan. Akan tetapi perlu juga diketahui bahwa seperti halnya sistem yang lainnya, selain memberikan banyak kelebihan, sistem pakar juga mempunyai beberapa kelemahan.

Kelebihan-kelebihan dari sistem pakar secara umum adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pengambilan keputusan yang lebih baik. Karena sistem pakar memberikan jawaban yang konsisten dan logis dari waktu ke waktu. Jawaban yang diberikan logis karena alasan logiknya dapat diberikan oleh sistem pakar dalam proses konsultasi.

2. Memberikan solusi tepat waktu. Kadang kala seorang manajer membutuhkan jawaban dari pakar, tetapi pakar yang dibutuhkan tidak berada ditempat, sehingga keputusan menjadi terlambat. Dengan sistem pakar, jawaban yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan selalu tersedia setiap saat dibutuhkan.

3. Menyimpan pengetahuan di organisasi. Pengetahuan pakar merupakan hal yang penting dan kadang kala pengetahuan iniakan hilang jika pakar keluar atau telah pensiun dari perusahaan. Dengan sistem pakar, pengetahuan dari pakar dapat disimpan di sistem pakar dan tersedia terus selama dibutuhkan.

Kekurangan-kekurangan dari sistem pakar adalah sebagai berikut:

1. Sistem pakar hanya dapat menangani pengetahuan yang konsisten. Sistem pakar dirancang dengan aturan-aturan yang hasilnya sudah pasti dan konsisten sesuai dengan alur di diagram pohonnya. Untuk pengetahuan yang cepat berubah-rubah dari waktu ke waktu, maka knowledge base di sistem pakar harus selalu diubah, yang tentu cukup merepotkan.

2. Sistem pakar tidak dapat menangani hal yang bersifat judgement. Sistem pakar memberikan hasil yang pasti, sehingga keputusan akhir pengambilan keputusan jika melibatkan kebijaksaaan dan institusi masih tetap di tangan manajemen.

3. Format knowledge base sistem pakar terbatas. Knowledge base pada sistem pakar berisi aturan-aturan (rules) yang ditulis dalam bentuk statemen if-then.

Pengembangan sistem pakar melibatkan 4 (empat) pihak yaitu analis sistem, knowledge engineer, pakar dan pemakai sistem (users).

8. Information Decision System


Bisnis professionalsGood keputusan bisnis memerlukan informasi yang baik. Tujuan dari sistem informasi adalah untuk memberikan manajemen dengan informasi yang penting untuk pengambilan keputusan, dan membantu dalam menginterpretasikan informasi tersebut.

Jika Anda tertarik menggunakan teknologi informasi dan Internet untuk memecahkan masalah bisnis dan dalam merancang solusi yang baru dan lebih efisien, maka anda harus mempertimbangkan utama dalam sistem informasi. Yang utama adalah dimaksudkan untuk mempersiapkan Anda untuk pekerjaan pertama Anda dalam sistem informasi, yang biasanya sebagai seorang analis sistem. Dalam pekerjaan itu, Anda akan mempelajari masalah, solusi merancang dan menerapkan solusi yang menggunakan teknologi informasi. Utama juga akan mempersiapkan Anda untuk pertumbuhan lanjutan sebagai manajer dalam sistem informasi.


9. information processing system


Prosesor informasi atau sistem informasi pengolahan, seperti namanya, adalah sebuah sistem (baik itu listrik, mekanik atau biologis) yang mengambil informasi (urutan negara disebutkan) dalam satu bentuk dan proses (transformasi) ke dalam bentuk lain, misalnya statistik, dengan proses algoritmik.

Sistem pengolahan informasi terdiri dari empat bagian dasar, atau sub-sistem:

* Input
* Prosesor
* Penyimpanan
* Output

Sebuah benda dapat dianggap sebagai pengolah informasi jika menerima informasi dari obyek lain dan dalam beberapa perubahan cara yang informasi sebelum mengirimnya. Istilah ini didefinisikan secara luas dapat digunakan untuk menggambarkan setiap perubahan yang terjadi di alam semesta. Sebagai contoh, sebuah batu jatuh dapat dianggap sebagai pengolah informasi karena fakta diamati sebagai berikut:

Pertama, informasi dalam bentuk gaya gravitasi dari bumi berfungsi sebagai input terhadap sistem yang kita sebut batu. Pada suatu saat tertentu batu itu adalah jarak tertentu dari permukaan bumi bepergian pada kecepatan tertentu. Baik jarak dan properti kecepatan juga bentuk informasi yang untuk yang instan hanya dapat dianggap "disimpan" di batu.

Dalam Detik berikutnya, jarak batu dari bumi telah berubah karena gerak di bawah pengaruh gravitasi bumi. Setiap kali sifat-sifat suatu objek proses perubahan telah terjadi yang berarti bahwa prosesor dari beberapa jenis sedang bekerja. Selain itu, posisi baru batu dan peningkatan kecepatan diamati oleh kita sebagai jatuh. Properti ini perubahan batuan adalah "output." Nya

Dapat dikatakan bahwa [kata musang] dalam contoh ini baik batu dan bumi adalah sistem pengolahan informasi yang diamati karena kedua obyek mengubah sifat satu sama lain dari waktu ke waktu. Jika informasi tidak diproses tidak ada perubahan akan terjadi sama sekali.

10. strategic planning system

Sebuah Sistem Perencanaan Strategis mempertimbangkan sejumlah besar variabel seperti:
Sebuah analisis pasar
Kekuatan dan kelemahan bisnis Anda
Produk dan jasa yang Anda tawarkan
Sumber daya yang tersedia
Tujuan, sasaran dan ukuran yang sudah didirikan untuk bisnis Anda, dll

"Sistem" maka menunjukkan Anda bagaimana untuk mengembangkan suatu strategi dan rencana aksi - dan untuk mengatur mereka sedemikian rupa sehingga sangat meningkatkan peluang Anda untuk memiliki bisnis, berkelanjutan jangka panjang menguntungkan.

Pada tingkat yang paling dasar, strategi memiliki empat komponen sederhana:
I. Mengetahui dimana anda ingin berakhir
II. Mengetahui apa yang harus dimasukkan energi Anda terhadap
III. Mengetahui metodologi penerapan energi Anda
IV. Mengetahui parameter untuk akhir permainan tak terelakkan

Setiap sistem strategis yang tidak berhubungan dengan keempat elemen ini kurang, dan tidak akan mengarah kepada kesuksesan yang berkelanjutan.

Kegiatan utama dalam sistem perencanaan yang baik strategis meliputi:

Analisis Strategis - Biasanya termasuk melakukan semacam scan, atau review, lingkungan bisnis Anda - dan melakukan itu secara berkelanjutan.
Setting Strategis Arah - Datang ke kesimpulan tentang apa yang harus Anda lakukan sebagai hasil dari isu utama dan peluang yang dihadapi bisnis Anda. Kesimpulan ini mencakup keseluruhan apa prestasi yang ingin anda capai, bagaimana Anda akan mengukur kemajuan, dan metode tingkat tinggi yang akan Anda gunakan untuk mencapai prestasi.
Continue Reading... Label:


Nilai Informasi

0 komentar

Nilai Informasi



Pandangan tentang informasi sebagai komoditi mengadaikan bahwa informasi dapat diperjualbelikan baik sebagai “intermediate goods” maupun sebagai “consumption good”. Tetapi pengandaian ini tidak mudah, sebab untuk menjadi demikian informasi harus memiliki nilai tambah dan memberi keuntungan bagi setiap investasinya; kemudian, investasi ini harus terlindungi hukum kepemilikan. Tanpa ekslusivitas kepemilikan, informasi bisa saja bernilai tetapi akan sulit diberi harga. Pemberian nilai dan harga ini menjadi sulit manakala reproduksinya sudah sangat mudah dan murah, apalagi sekarang juga transmisi atau penyebarannya semakin murah.

Informasi juga sulit diberi nilai dan harga karena potensi karakteristiknya sebagai public goods. Setiap informasi berpotensi menjadi milik umum karena kepemilikannya dapat meluas, dan satu informasi dapat dimiliki oleh banyak orang sekaligus. Setiap orang dapat memberikan informasi tanpa kehilangan kepemilikannya atas informasi tersebut. Kalaupun ada upaya untuk membatasi akses informasi hanya kepada orang-orang yang mau membayar, maka upaya ini pada umumnya tidak efisien karena untuk setiap akses tambahan tidak ada biaya tambahan terhadap produksi informasinya. Sekali diproduksi, informasi dapat diakses berkali-kali atau oleh sebanyak-banyaknya orang tanpa menambah biaya produksi tersebut.

Kemudian juga ada persoalan dalam mengkuantifikasi dan mengukur informasi yang ingin diperjualbelikan sebagai benda. Komoditisasi informasi dilakukan lewat kemasan atau format fisik media penyimpannya (mulai dari bentuk buku, CD, program televisi, websites, dsb.), dan orang membayar bentuk-bentuk fisik atau siaran itu, tetapi sebenarnya nilai dan harga yang dikenakan tidak pernah benar-benar menyentuh isi informasi yang keluar dari kemasan-kemasan tersebut. Itu sebabnya, sulit menetapkan standar bagi harga sebuah informasi, dan industri informasi selalu menghadapi persoalan dalam upaya memastikan harga sesungguhnya dari informasi.

Karena kerepotan-kerepotan di atas, komoditisasi informasi lalu dikaitkan pula dengan efisiensi organisasi bisnis. Informasi kemudian dikaitkan dengan kemampuan organisasi bisnis dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan dan pasar. Sedemikian rupa, akhirnya informasi dikaitkan dengan pengetahuan dan efisiensi pengelolaan komunikasi pengetahuan secara internal maupun eksternal. Maka perhatian diarahkan kepada informasi yang relevan untuk memperbaiki kinerja dan perilaku anggota-anggota organisasi dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi.

Dari sisi pandang organisasi inilah maka ada a dramatic shift in value creation. Jika berbagai teori organisasi bisnis selama ini bergantung kepada audit finansial dalam bentuk balance sheet dan income statement, sekarang nilai sebuah bisnis juga bergantung kepada serangkaian elemen berupa pemikiran / ide, inovasi, aktivitas, kerja sama kelompok, dan business processes. Ini semua disebut "intangibles." Maka akhirnya, intangibles are increasingly the means by which companies deliver the value they provide to customers. Menurut sebuah penelitian Harvard, investasi di tahun 1998 untuk intangible assets berupa pelatihan, brand, dan penelitian dan pengembangan melebihi investasi untuk yang tangibles seperti properti, pabrik, peralatan. Selain itu juga ada investasi khusus untuk menyempurnakan proses bisnis dan manufacturing process, pengembangan instrumen finansial yang dapat membantu manajemen menyebarkan risiko bisnis secara lebih terencana, dan pengembangan corporate culture.
Dengan demikian, setiap organisasi kini tidak hanya bicara tentang “informasi” atau “data” sebagai bagian dari proses komoditisasi informasi, melainkan juga kaitan antara informasi dan data itu dengan pengetahuan. Pengetahuan sebagai intangible assets menjadi penting untuk menggambarkan kondisi sebuah organisasi bisnis. Berbagai model digunakan untuk menggambarkan betapa bernilainya pengetahuan bagi sebuah organisasi. Misalnya, "Model Skandia" menggambarkan pengetahuan sebagai berikut:

Market Value = Financial Capital + Intellectual Capital
Intellectual Capital = Human Capital + Structural Capital

Human Capital di rumus di atas terdiri dari pengetahuan, ketrampilan, kemampuan melahirkan inovasi, dan kemampuan anggota organisasi melakukan tugasnya, termasuk di dalamnya nilai, kultur, dan filosofi. Juga termasuk pengetahuan, kebajikan (wisdom), keahlian, intuisi, dan kemampuan perorangan untuk mewujudkan tugas dan tujuan; merupakan milik perorangan dan tidak bisa dimiliki oleh organisasi.

Sedangkan Structural Capital adalah pengetahuan yang menetap di sebuah organisasi di luar modal manusia. Structural Capital ini dapat didefinisikan sebagai = Market Capital + Organizational Capital

Market Capital adalah nilai di dalam hubungan sebuah organisasi dengan klien. Sedangkan Organizational Capital adalah perangkat keras, perangkat lunak, pangkalan data, struktur organisasi, paten, merek dagang, dan segala sesuatu yang mendukung produktifitas perorangan melalui penggunaan bersama dan penyebarannya.

Selanjutnya, Organizational Capital dapat dirumuskan sebagai = Process Capital + Renewal & Development Capital

Process Capital itu sendiri adalah proses, aktifitas, dan infrastruktur untuk penciptaan, pemakaian bersama, pemindahan, dan penyebaran pengetahuan yang dapat memberi sumbangan kepada produktifitas organisasi. [kegiatan masa kini]

Renewal and Development Capital adalah kemampuan dan investasi aktual untuk masa depan, seperti pembelajaran, penelitian dan pengembangan, paten, merek dagang. [persiapan masa mendatang]
Continue Reading... Label:


HOUSE OF QUALITY

3 komentar

House of Quality






Langkah-langkah dalam Memahami Rumah Kualitas
Rumah Kualitas
Langkah-langkah dalam Memahami Rumah Kualitas
Pengenalan
Setiap perusahaan yang sukses selalu menggunakan data dan informasi untuk membantu dalam proses perencanaan. Di
perencanaan produk baru, insinyur selalu memeriksa manufaktur dan riwayat kinerja
produk saat ini. Mereka melihat data uji lapangan, membandingkan produk mereka dengan produk pesaing mereka.
Mereka memeriksa informasi kepuasan pelanggan yang mungkin terjadi yang tersedia. Sayangnya,
banyak informasi ini sering tidak lengkap. Hal ini sering diteliti sebagai data individu, tanpa
dibandingkan dengan data lain yang mungkin mendukung atau bertentangan itu.
Sebaliknya, QFD (QFD) menggunakan format matriks untuk menangkap sejumlah isu yang
sangat penting untuk proses perencanaan. Rumah Kualitas Matrix adalah yang paling dikenal dan banyak digunakan
bentuk metode ini. Ini berarti kebutuhan pelanggan, berdasarkan riset pemasaran dan benchmarking
data, dalam jumlah yang tepat sasaran rekayasa yang harus dipenuhi oleh desain produk baru. Pada dasarnya, ini adalah
pusat saraf dan mesin yang menggerakkan seluruh proses QFD. Menurut Hauser dan Clausing, itu
"Semacam peta konseptual yang menyediakan sarana untuk perencanaan interfunctional dan komunikasi."
Ada berbagai bentuk House of Quality, namun kemampuannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan dari
masalah tertentu membuat sistem yang sangat kuat dan handal untuk digunakan. format umum adalah terdiri dari enam
Komponen utama. Ini termasuk persyaratan pelanggan, persyaratan teknis, matriks perencanaan, seorang
matriks keterkaitan, matriks korelasi teknis, dan prioritas teknis / tolok ukur dan target
bagian.
2
Suara Pelanggan
Langkah-langkah awal dalam membentuk Rumah Kualitas termasuk menentukan, mengklarifikasi, dan menentukan
pelanggan kebutuhan. Langkah-langkah fondasi untuk usaha jelas dan akan memastikan suatu proyek atau
Proses dipikirkan dengan baik sebelum setiap pengembangan lebih lanjut.
Menjelaskan Kebutuhan Pelanggan
Pelanggan membeli manfaat dan fitur produsen tawarkan. Ini tampaknya seperti gagasan yang relatif sederhana, namun,
kecuali pelanggan dan produsen secara sempurna selaras dengan satu sama lain, mungkin akan sangat sulit untuk mengantisipasi
fitur ini, atau setiap imbalan dari tiap produsen. Sangat penting untuk menerjemahkan mengucapkan
keinginan masing-masing dan setiap pelanggan ke beberapa nilai yang nyata yang dapat berubah menjadi rekayasa
spesifikasi. Beberapa fitur tesis termasuk tetapi tidak terbatas pada:
Fungsi Biaya •  Parts • •
Kualitas Karakter• & Proses • Tugas Ketangguhan •
Gambar 1: Contoh Kebutuhan Pelanggan•
Menentukan Kebutuhan Pelanggan
Setelah menentukan barang apa yang paling penting bagi pelanggan, organisasi harus menerjemahkan ke dalam
partikulat spesifikasi. Tidak ada yang dapat diproduksi, diservis atau dipertahankan tanpa spesifikasi rinci
atau beberapa set standar yang diberikan. Setiap aspek dari item yang diinginkan harus didefinisikan secara jelas: Pengukuran
harus didefinisikan, ketinggian tertentu, torsi lain, dan bobot yang ditargetkan.
Nilai-nilai ini dapat diturunkan dari beberapa lokasi. Organisasi dapat menggunakan data yang dikenal dari pasar
penelitian, atau melakukan penelitian baru untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Dalam hal apapun, kebutuhan, yang
diklarifikasi dan kemudian secara eksplisit dinyatakan, harus puas dengan kemampuan terbaik yang organisasi.
Persyaratan Teknis
Langkah selanjutnya dari proses QFD adalah mengidentifikasi apa yang diinginkan oleh pelanggan dan apa yang harus dicapai untuk
memenuhi keinginan tersebut. Selain itu, standar peraturan dan persyaratan didikte oleh manajemen harus
diidentifikasi. Setelah semua persyaratan diidentifikasi adalah penting untuk menjawab apa yang harus dilakukan untuk produk
desain untuk memenuhi persyaratan yang diperlukan. Gambar 2 menjelaskan cara menggunakan bagan persyaratan untuk membantu
proses desain.
3
Persyaratan Apa
Daftar kebutuhan dari pelanggan,
manajemen dan peraturan standar
Daftar yang diperluas dari apa yang perlu dilakukan
untuk produk untuk memenuhi persyaratan
Gambar 2.• Kebutuhan Chart
Matriks Perencanaan
Langkah selanjutnya dalam proses QFD adalah membentuk matriks perencanaan. Tujuan utama dari matriks perencanaan
untuk membandingkan seberapa baik tim memenuhi persyaratan pelanggan dibandingkan kompetitornya. Perencanaan
matriks menunjukkan pentingnya tertimbang setiap persyaratan bahwa tim dan pesaing perusahaan mencoba
untuk memenuhi. peringkat Pelanggan, biasanya berkisar antara 1 sampai 5, yang diberikan kepada setiap perusahaan di bawah masing-masing
kebutuhan. Peringkat pelanggan digabungkan dengan kinerja tertimbang setiap permintaan untuk
menghasilkan mengukur kinerja keseluruhan perusahaan. Matriks perencanaan adalah bagian dari "Rumah
Kualitas "matriks.
Kaitan Matrix
Fungsi utama dari matriks keterkaitan adalah untuk membuat sambungan antara pelanggan
persyaratan produk dan kinerja langkah-langkah yang dirancang untuk meningkatkan produk. Langkah pertama dalam
membangun matriks ini melibatkan memperoleh pendapat dari konsumen sejauh apa yang mereka butuhkan dan
membutuhkan dari produk tertentu. Pandangan ini diambil dari matriks perencanaan dan ditempatkan pada sisi kiri
dari hubungan timbal-balik matriks.
Dengan gambaran pelanggan, perusahaan dapat mulai merumuskan strategi untuk meningkatkan produk mereka. Di
melakukan hal ini, kekuatan dan kelemahan perusahaan adalah tertimbang terhadap prioritas pelanggan
menentukan aspek apa perlu diubah untuk melampaui pesaing, apa aspek perlu mengubah menyamai
kompetisi, dan apa yang akan aspek kiri tidak berubah. Kombinasi optimal yang diinginkan.
Mengetahui apa perbaikan perlu dibuat memungkinkan daftar ukuran kinerja yang akan dihasilkan dan
ditampilkan di bagian atas keterkaitan matriks. Menurut definisi, tolok ukur kinerja adalah teknis
mengukur mengevaluasi kinerja produk dengan kualitas yang diminta (Terninco). Dengan kata lain,
perusahaan harus mengambil suara dari para pelanggan dan menerjemahkannya ke dalam istilah teknik. Matriks akan memiliki
setidaknya satu ukuran kinerja untuk setiap menuntut kualitas.
4
Setelah menyiapkan matriks dasar, perlu untuk menetapkan hubungan antara pelanggan persyaratan
dan ukuran kinerja. Hubungan ini digambarkan oleh simbol-simbol yang mengindikasikan kuat
hubungan, hubungan media, atau hubungan lemah. Simbol pada gilirannya ditugaskan masing-masing
indeks seperti 9-3-1, 4-2-1 atau 5-3-1. Ketika tidak ada hubungan jelas antara sepasang nilai nol
selalu ditugaskan. keterkaitan Matriks harus mengikuti Prinsip Pareto ingat bahwa
rancang 20% kritis akan memenuhi 80% dari keinginan pelanggan (Terninco). Oleh karena itu, harus ada
tidak sejumlah besar hubungan yang kuat antara pasangan.
Teknis Matriks Korelasi
Kinerja langkah-langkah dalam desain yang ada sering bertentangan satu sama lain. Korelasi teknis matriks,
yang lebih sering disebut sebagai Atap, digunakan untuk membantu dalam mengembangkan hubungan antara pelanggan
persyaratan dan kebutuhan produk dan mengidentifikasi di mana unit-unit harus bekerja sama jika mereka
akan berada dalam konflik desain. Simbol berikut ini digunakan untuk mewakili apa dampak masing-masing jenis
persyaratan telah di sisi lain.
- kuat positif 
- Positif 
x - Negatif
xx - Kuat negatif
Simbol-simbol ini kemudian dimasukkan ke dalam sel di mana korelasi telah diidentifikasi. Tujuannya adalah untuk
menyoroti persyaratan yang mungkin bertentangan satu sama lain.
Setiap sel diidentifikasi dengan korelasi tinggi adalah sinyal kuat untuk tim, dan terutama untuk para insinyur, bahwa
komunikasi yang signifikan dan koordinasi adalah suatu keharusan jika ada perubahan akan dilakukan. Jika ada
dampak negatif atau sangat negatif antara kebutuhan, desain harus dikompromikan kecuali
dampak negatif dapat didesain keluar. Beberapa konflik tidak bisa diselesaikan karena mereka merupakan masalah fisika.
Lainnya dapat desain yang terkait, yang daun itu ke tim untuk memutuskan bagaimana mengatasinya. Negatif
juga dapat merupakan dampak kendala, yang mungkin bi-directional. Akibatnya, meningkatkan salah satu dari mereka
sebenarnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lain. Kadang-kadang perubahan diidentifikasi merusak banyak orang lain
bahwa hal itu hanya cukup baik untuk meninggalkannya sendirian. Menurut Langkah-By-Langkah QFD oleh John Terninko, meminta
pertanyaan berikut ini ketika bekerja dengan ini bagian dari Rumah Kualitas membantu untuk memperjelas hubungan
antara persyaratan: "Jika X persyaratan teknis adalah baik, akan membantu atau menghalangi persyaratan teknis
Z? "
5
Banyak persyaratan teknis terkait satu sama lain sehingga bekerja untuk memperbaiki seseorang bisa membantu terkait
kebutuhan dan efek positif atau menguntungkan dapat hasil. Di sisi lain, bekerja untuk meningkatkan satu
persyaratan negatif dapat mempengaruhi persyaratan terkait seperti yang disebutkan di atas. Salah satu manfaat utama
dari Atap adalah bahwa bendera ini hubungan negatif sehingga mereka dapat diselesaikan. Jika masalah tersebut tidak diselesaikan
memuaskan, beberapa aspek dari produk akhir akan tdk memuaskan pelanggan.
Teknis Properties & Sasaran
Sifat teknis matriks menggunakan item tertentu untuk mencatat prioritas yang ditugaskan untuk teknis
persyaratan. Hal ini juga memberikan performa teknis dicapai oleh produk yang kompetitif dan tingkat
kesulitan dalam mengembangkan kebutuhan masing-masing. Hasil akhir dari matriks adalah satu set nilai target untuk masing-masing
persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh desain baru. Dalam beberapa kasus, organisasi tidak dapat menciptakan
desain yang paling optimum karena kendala yang berkaitan dengan biaya, teknologi, atau item terkait lainnya.
Menetapkan Sasaran Desain & Tingkatan yang dicapai
Persyaratan pelanggan didistribusikan di seluruh hubungan dengan karakteristik kualitas. Ini memberikan
organisasi diprioritaskan karakteristik kualitas. karakteristik kualitas prioritas tinggi biasanya menunjukkan bahwa
bekerja pada masalah teknis ini akan memberikan nilai yang besar kepada pelanggan. Sebuah kualitas tinggi berat karakteristik
menunjukkan hubungan yang kuat dengan prioritas tinggi yang dituntut item kualitas.
Sebuah produk saat ini organisasi dapat mengacu teknis dengan produk kompetitor 'pada tinggi
prioritas kualitas karakteristik. Dalam banyak kasus, organisasi tidak perlu heran mengetahui bahwa
pesaing lebih baik pada tugas yang diberikan atau karakteristik. QFD membantu organisasi untuk mengidentifikasi bidang teknis
dan untuk mengembangkan daerah di mana mereka dapat mencapai biaya yang paling efektif kepuasan pelanggan. Organisasi
kemudian dapat memeriksa Konteks Pelanggan untuk masalah penggunaan itu harus dipertanggungjawabkan, dan mengatur desain
target spesifikasi karakteristik kualitas kami. Minimal, standar kinerja saat ini harus
dipertahankan.
Kesimpulan
Rumah Kualitas fungsi sebagai dokumen hidup dan sumber referensi siap untuk produk terkait
dan upgrade di masa depan. Meskipun merupakan alat komunikasi yang besar pada setiap langkah dalam proses tersebut, matriks adalah
berarti dan bukan akhir. Tujuannya adalah untuk melayani sebagai wahana untuk dialog untuk memperkuat vertikal dan horisontal
komunikasi.
6
Melalui analisis kebutuhan pelanggan dan kompetitif, Rumah Kualitas membantu untuk mengidentifikasi kritis
teknis komponen yang memerlukan perubahan. Isu yang ditangani mungkin tidak pernah muncul sebelumnya.
Isu-isu kritis ini kemudian didorong melalui matriks lain untuk mengidentifikasi bagian-bagian kritis, manufaktur
operasi, dan kontrol kualitas langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan baik dan
kebutuhan produsen dalam siklus waktu pengembangan lebih singkat.
Efek bersih dari semua ini adalah bahwa item yang mendorong tindakan perusahaan yang didorong oleh pelanggan
persyaratan. Ada meningkatkan fokus pada pelanggan dan meningkatkan kesadaran mereka inginkan.
Karena fokus ini, proses menuju pemahaman pelanggan yang meningkat dan hasil akhir - sebuah
pelanggan puas.
Continue Reading... Label:


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors